Yogyakarta Tetap Istimewa

DJOGDJA

The Never Ending Asia

Terbaru

Pesan Untuk Anak

Pada suatu hari, di sebuah sek0lah menengah. Saat jam istirahat, ada perkelahian antara dua murid laki-laki di kelas. Kerumunan murid pun berakhir saat se0rang guru datang menengahi dan melerai mereka. Tidak lama kemudian, saat pelajaran berikutnya akan dimulai, Kepala Sek0lah sek0lah masuk ke kelas tersebut dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

“Darm0, kamu nanti datang kant0r Bapak, jam 3 s0re.”Seisi kelas terdiam sedangkan murid yang dimaksud seketika berwajah pucat pasi.

“Baik Pak,” ia menjawab lemah. Habis aku! Pasti akan dimarahi dan dikenai sanksi gara-gara perkelahian tadi, begitu pikir Darm0.

Tepat pukul 3 s0re, Darm0 telah ada di depan kant0r dan mengetuk pintu ruangan kepala sek0lah. Jantungnya berdegup keras dan tubuhnya serasa lunglai.

“Masuk!” terdengar suara dari dalam. Darm0 pun masuk. Dengan takut-takut, ia berdiri dekat meja kepala sek0lah, sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Duduklah Darm0. Kamu tentu sudah bisa menebak, kenapa Bapak memanggilmu kan? Tentu berkaitan dengan perkelahianmu tadi,” kata kepala sek0lah yang diikuti anggukan kepala Darm0.

Lanjutnya, “Darm0 telah melanggar peraturan tentang tidak b0leh berkelahi di dalam lingkungan sek0lah, apalagi di kelas. Tetapiada beberapa hal yang ingin bapak sampaikan berkaitan dengan kasusmu ini. Pertama, bapak senang kamu datang tepat waktu, itu menunjukkan kamu adalah anak yang disiplin.” Beliau membuka laci mejanya, mengambil sebuah permen, dan meletakkannya di meja.

“Kedua, bapak menghargai kedatanganmu saat ini. Artinya kamu menghargai bapak sebagai guru dan kepala sek0lahmu. Kamu adalah anak yang berjiwa besar dan siap bertanggung jawab. Betul begitu Darm0?’ Kembali Darm0 mengiyakan dalam diam. Beliau mengambil permen dan meletakkannya lagi di meja.

“Bapak sudah berbicara dengan guru yang melerai perkelahian dan mendengar dari beberapa temanmu. Kamu berkelahi dengan Rudi karena membela teman perempuan yang dilecehkan 0lehnya. Benar begitu? Bapak salut. Ini pertanda kamu adalah se0rang gentleman, laki-laki sejati. Tapi ingat: berkelahi bukanlah pilihan untuk menyelesaikan masalah. Darm0 harus lebih bijak dan jelas, bukan dengan berkelahi seperti tadi.” Kepala sek0lah meletakkan sebuah permen lagi di atas meja.

“Nah yang terakhir, karakter p0sitif yang telah Darm0 tunjukkan hari ini harus dipertahankan dan dikembangkan di masa depan. Bapak yakin kamu akan berubah dan akan maju di kemudian hari. Belajar lebih baik Darm0, 0ke?” Sambil tersenyum, beliau menambahkan satu buah permen lagi di meja dan meny0d0rkan permen-permen tersebut ke arah Darm0. “Ambillah hadiah dan kenang-kenangan dari Bapak ini!”

Darm0 yang awalnya ketakutan akan mendapat hukuman, dan tidak menyangka justru mendapat “penghargaan” dari kepala sek0lahnya, mengangguk mantap. “Terima kasih Pak. Saya sangat terkejut. Bapak tidak menghukum saya bahkanmemuji dan menghargai saya. Saya berjanji, pasti berubah dan akan lebih rajin belajar untuk masa depan saya sendiri.”

Jual Roti Bontang

Cerita Tikus

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seek0r tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,
“Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?”

Ternyata, salah satu yang dibeli 0leh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,
“Ada perangkap tikus di rumah!….di rumah sekarang ada perangkap tikus!….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak,
“Ada perangkap tikus!”
Sang Ayam berkata,
“Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seek0r Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata,
“Aku turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
” Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.
Sang ular berkata,
“Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan k0rban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seek0r ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah b0leh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan s0p ceker ayam 0leh suaminya(kita semua tau, s0p ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Se0rang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali 0rang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan 0rang-0rang yang melayat. Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESE0RANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.

 

 

jual roti bontang

 

BERGABUNG TAK BERARTI MELEBUR

Pos Komando (Posko) Relawan Referendum Keistimewaan Jogjakarta Posko Relawan Referendum ini berfungsi sebagai pusat informasi bagi media massa yang ingin mengetahui macam-macam informasi terkini terkait gejolak keistimewaan Yogyakarta. Setiap ada kejadian yang genting terkait Indonesia (Jakarta) dengan Yogyakarta dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan daerah ini, para awak media pasti mengunjungi posko. Penampilan posko ini sangat sederhana. Sekilas ia menyerupai warung makan. Interiornya terbuka. Tidak ada alat pendingin ruangan. Di dalam ada satu unit pesawat televisi berukuran 21 inci. Beberapa unit kursi terbuat dari kayu yang memanjang. Dinding ruangannya dipenuhi stiker, bendera, banner, dan banyak informasi tentang keistimewaan Yogyakarta. Di antara artikel-artikel pemberitaan media, terdapat isi piagam ijab qabul antara Hamengkubuwono IX dengan Soekarno dan foto para raja negara Kerajaan Ngajogjakarta Hadiningrat yang dipigura dengan rapi. “Simbol ini perlawanan kami memerangi kezaliman yang dilakukan pemerintah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia-red) terhadap Keraton Ngajogjakarta,” ujar Koordinator Posko Induk dari Komite Independen Pengawal referendum (KIPER), Wiwin Winarto. Baca kelanjutan halaman ini »

Polling

SOEKARNO KE VATIKAN

BULAN Mei, Vatikan sedang disiram sengatan matahari terik sepanjang hari di musim panas tahun 1959. Cuaca cukup menyengat untuk ukuran kota Vatikan yang mungil itu. Hari suatu pagi pada Kamis Wage, 14 Mei 1959,6 Dulkangidah 1890 Tahun JIMAKIR Windu SANGARA, 6 Zulkaidah 1378H,Neptu= 12, Wuku= MADANGKUNGAN, Pangarasan= Aras Kembang, Pancasuda= Tunggak Semi, Dina= Dina Kebo, Lintang 12= Lintang Kut (Kuda), Pranotomongso= SODHO , Vatikan kedatangan seorang tamu jauh. Dia datang disambut dengan upacara megah oleh para prajurit berseragam kebesaran ala Eropa abad pertengahan. Bahkan beberapa prajurit senior berpakaian besi seperti serdadu Romawi, karena ini menyambut sebuah kunjungan resmi seorang presiden negara besar ke negara terkecil di dunia.
Baca kelanjutan halaman ini »

SOEKARNO ADALAH GURU FIDEL CASTRO

Di tahun 1960 datanglah Sukarno ke Kuba. Ia dibawa ke Istana dan ditempat khusus, Fidel minta diajari konsep-konsep revolusi. “Tuan Sukarno, negara ini memiliki semangat tersendiri dalam mewujudkan perubahan, kami berdiri disini sendirian dikelilingi negara-negara perkebunan tinggalan Spanyol dan Portugal, kami juga berdekatan dengan rajanya Kapitalis dunia Amerika Serikat, tiap waktu kami berjaga agar jangan sampai rudal Amerika menimpa kota kami, dan kami terpaksa bersekutu dengan Sovjet Uni agar kami aman. Memang Mao meminta kami agar bersama-sama membangun persekutuan politik, tapi karena Sovjet Uni menolak bila Mao ikut campur maka kami terpaksa melepaskan Mao, walau itu menyakitinya. Padahal kami merasa kami harus mandiri, tidak bergantung kepada negara lain seperti negara Tuan, Indonesia…”

Baca kelanjutan halaman ini »

SOEKARNO DAN CHE GUEVARA BERTEMU

Pada tahun 1960 Sukarno mengunjungi Kuba. Bagi Sukarno mengunjungi Kuba sangat penting untuk membuktikan politik bebas aktif-nya. Kabarnya Presiden Ike Eisenhower tidak menyukai kunjungan Sukarno ke Kuba itu. Bahkan Ike Eisenhower sempat memanggil agen CIA untuk mengamati prospek kunjungan Sukarno ke Kuba.
Setahun sebelumnya tahun 1959, jagoan revolusi Che Guevara datang ke Jakarta dan bertemu Sukarno untuk menyampaikan undangan resmi dari Fidel Castro, pemimpin revolusi Kuba. Saat itu Jakarta sedang hangat-hangatnya pembubaran Konstituante dan Sukarno baru saja dengan semangat mengembalikan sejarah Indonesia ke dalam garis Revolusi. Fidel memperhatikan gerakan Sukarno ini, dan ia mengirimkan Che ke Jakarta untuk berguru pada Sukarno sekaligus mengundangnya. Pada satu malam setelah Fidel membaca sebuah terjemahan tulisan Sukarno dalam bahasa Inggris soal ‘Indonesia Menggugat’ maka ia merasa apa yang dijadikan dalam tujuan revolusi Indonesia adalah sejalan dengan Revolusi yang inginkan di Kuba.

Baca kelanjutan halaman ini »